Brain Booster untuk ibu hamil di kelurahan Sidorejo

Posted on : 19 Feb 2014 08:23:10 Dibaca sebanyak : 825 kali

Otak merupakan bagian paling penting  yang membutuhkan relatif banyak energi  - yang diperoleh dari nutrisi- dibanding bagian tubuh yang lain. Fungsi otak tergantung pada banyaknya sel otak dan percabangannya, banyaknya neurotransmitter atau zat yang mengaktifkan synaps (hubungan antar sel syaraf), dan kualitas mielin atau selubung sel syaraf. Kurangnya fungsi otak dapat terjadi karena kekurangan nutrisi sejak janin, kebiasaan buruk (merokok, tidur berlebih, tidak sarapan, makan berlebih, polusi, dan jarang berfikir), stres dan sakit (misalnya panas tinggi).

Perkembangan struktur  dan sirkuit otak yang merupakan faktor kecerdasan dimulai sejak janin dan selanjutnya kecerdasan dipengaruhi dua faktor yang saling terkait, yaitu faktor keturunan dan faktor lingkungan.

Hasil penelitian Landshears (2004) menyebutkan perkembangan kognitif pada remaja 17 tahun merupakan akumulasi perkembangan anak usia 0-4 tahun (50%), 4-8 tahun (30%) dan 9-17 tahun (20%). Oleh karena itu untuk mengembangkan kecerdasan memerlukan paling tidak tiga hal pokok yang harus diberikan secara bersamaan sejak janin, yaitu:

1. Kebutuhan fisik-biologis.

Diperoleh dari intake makanan yang cukup untuk mendukung perkembangan otak, menunjang ketrampilan fisik, dan membentengi diri dari penyakit yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan.

Intake makanan inilah yang dimaksud nutrisi pengungkit otak, yaitu pemenuhan nutrisi sejak masa kehamilan untuk melejitkan potensi kecerdasan anak.

2. Kebutuhan emosi.

Pemenuhan kebutuhan ini sangat penting untuk membentuk kecerdasan emosi anak, misalnya dekapan, rabaan, pandangan, dan komunikasi yang dilakukan ibu selama menyusui merupakan stimulasi emosional dan kognitif yang memicu pembentukan percabangan sel syaraf otak  ke arah emosi positif.

3. Kebutuhan Stimulasi

Rangsangan yang konsisten melalui latihan sistem sensorik dan motorik anak, termasuk pendidikan formal di sekolah maupun di rumah oleh orang tua. Stimulasi dapat dilakukan kapan saja ketika bermain, mandi, jalan-jalan, ganti baju, menonton pertunjukan atau televisi dan sebagainya. ( Kemenkes RI, 2013)

Brain Booster pada saat kehamilan bisa dilakukan sejak bayi berusia 20 minggu didalam kandungan melalui mendengarkan musik klasik, pelaksanaannya dilakukan pada pukul 20.00 s.d 22.00 maksimal satu jam pada malam hari. Ibu hamil dapat melakukannya sembari bekerja, menonton dan berktivitas lainnya. Pastikan kondisi pikiran ibu dalam keadaan relaks.  Pelaksaan kegiatan ini harus rutin dilakukan setiap hari guna menghasilkan hasil yang optimal.

Berikut Foto Ibu Hamil di Sidorejo yang mendapatkan Brain Booster :

 
Bidan mengajarkan cara menggunakan alat Brain Booster
 
Ibu hamil mencoba sendiri alat Brain Booster
 
Bidang mengajarkan memilihkan lagu
ARSIP TULISAN
LINK WEB TERKAIT
VIDEO