Kontak Kami Pengaduan F.A.Q Webinar

KEMENKES DETEKSI 10 KASUS VARIAN BARU B177 DI INDONESIA

Jubir vaksinasi COVID-19 dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan Kemenkes sudah mendeteksi adanya 10 kasus varian baru B 177 di Indonesia. Ia meminta temuan ini harus menjadi perhatian bersama karena varian baru tersebut ada yang sudah merupakan transmisi lokal.

Transmisi lokal varian B177 sudah terjadi di Kabupaten Karawang, di Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Kalimantan Selatan.

Salah satu antisipasi utama untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus dan termasuk juga mengatasi penularan varian baru, maka perlu ada pembatasan mobilitas.

''Sehingga kembali lagi pembatasan menjadi kunci utama kita untuk mengatasi varian dan penyebaran dari varian baru ini. Kita melihat bahwa mobilitas yang tinggi akan menyebabkan lonjakan kasus sementara mobilitas yang rendah itu akan menekan laju penularan,'' kata dr. Nadia pada konferensi pers secara virtual, Jumat (30/4) di Jakarta.

Peningkatan kasus yang terjadi di berbagai negara menjadi kewaspadaan bersama. Kasus di India yang saat ini sudah hampir mencapai angka 18 juta kasus COVID-19 dengan 200 ribu sampai 300 ribu konfirmasi kasus positif, serta kematian yang terjadi setiap 4 menit, bisa menjadi pembelajaran untuk Indonesia jangan sampai mengalami hal yang sama.

Ada beberapa negara seperti Turki sudah memasuki kondisi lockdown akibat adanya peningkatan kasus, juga Jepang sudah mencapai 1000 kasus infeksi barunya, kemudian Singapura ada 16 kasus komunitas di Singapura.

''Perlu kembali kami tekankan bahwa negara-negara ini terutama negara-negara yang bertetanggaan dengan kita berada di Asia sudah melakukan kewaspadaan dan sudah memperlihatkan adanya peningkatan kasus COVID-19,'' ucap dr. Nadia.

Ia menambahkan walaupun sudah membatasi mobilitas harus tetap melaksanakan protokol kesehatan. Hal itu adalah kunci untuk menekan laju penularan.

Waspada Kenaikan Kasus

Dr. Nadia mengatakan biasanya jumlah kasus di Indonesia antara di bawah 5 ribu atau 4 ribu, atau paling sedikit 5.500. Kemarin faktanya meloncat sebanyak 5.800 kasus artinya ada tambahan sebanyak 600 kasus.

Kalau kita lihat grafiknya kasus mulai turun sejak awal Februari terus sampai dengan Maret, di April terlihat ada sedikit kenaikan.

''Ini yang tentunya selalu kita harapkan bahwa penurunan kasus betul-betul kita bisa turunkan ke titik yang paling rendah, dan kita tekan supaya tidak ada terjadi lonjakan kasus. kami Ingatkan kemarin terjadi penambahan sebanyak 600 yang tentunya harus menjadi kewaspadaan,'' tegas Nadia.

Info Rokomyanmas Kemenkes RI 

Tags: Kegiatan Kementerian Kesehatan, Kesehatan,
Responsive image
Responsive image

5 Prioritas Bidang Kesehatan dalam…

Tema kesehatan menjadi satu dari tiga tema besar…

Responsive image

Registrasi vaksinasi COVID-19

Repost Kementerian Kesehatan sediakan layanan registrasi…

Responsive image

Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah…

Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan…

Responsive image

Rancangan Strategis Kemenkes 2020-2024

Pertemuan Penguatan Program Kesehatan Pusat dan…

Responsive image

Kemenkes Optimalkan PSN Cegah…

Memperingati Asean Dangue Day (ADD) 2017 15…

Responsive image

PERINGATAN NUZULUL QURAN, MENKES…

Kementerian Kesehatan RI gelar Tausiyah Nuzulul…

Responsive image

KEMENKES DETEKSI 10 KASUS VARIAN…

Jubir vaksinasi COVID-19 dr. Siti Nadia Tarmizi…

Responsive image

Badan POM Terbitkan Izin Penggunaan…

Badan POM terbitkan izin penggunaan darurat (EUA)…

Responsive image

TAK LEKANG OLEH ZAMAN, POSYANDU…

Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya Kesehatan…