Tim Policy Committee Rakerkesnas Tahun 2020

Pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional Tahun 2020 di bulan Febuari kemaren yang dilaksanakan di Jakarta International Expo Kemayoran dimana kepala Padk ditunjuk sebagai ketua Policy Committee sehingga Kapus menunjuk Tim yang akan ditugaskan membatu dalam menyiapkan dan menyusun sambutan pimpinan saat pembukaan dan penutupan PraRakerkesnas dan Rakerkesnas.Sehingga diakhir oleh penutupan agar daerah sbb:

TINDAK LANJUT RAKERKESNAS 2020 :

Daerah

1.Dinas Kesehatan Provinsi agar melaksanakan Rakerkesda dengan:

a.Melakukan evaluasi Rencana Aksi Daerah tahun 2019 tentang penurunan stunting, penurunan AKI dan AKB, Imunisasi, Eliminasi TB.

b.Menyusun Rencana Aksi Daerah Tahun 2020 untuk stunting, penurunan AKI dan AKB dan Eliminasi TB.

c.Pelaksanaan Rakerkesda dalam rentang waktu Maret-April 2020.

d.Pelaksanaan SPM menjadi salah satu topik bahasan dalam Rakerkesda.

2.Dinas Kesehatan Provinsi melakukan pembinaan Rencana Aksi Daerah.

Pusat

a.Pusat melalui Binwil masing – masing mengkoordinasikan pelaksanaan Rakerkesda.

b.Pusat melakukan pendampingan dalam penerapan Rencana Aksi Daerah.

Rencana Aksi Daerah Provinsi dan Kab/Kota :

Diarahkan pada fungsi: Koordinasi, Pembinaan, dan Monev untuk ke topik:

1.Penurunan Stunting

2.Penurunan AKI/AKB

3.Percepatan Eliminasi TB

4.Imunisasi

5.Peningkatan pencegahan dan penanggulangan PTM

HAL-HAL UNTUK MENJADI PERHATIAN

1.Binwil agar dapat melakukan  inventarisasi permasalahan, melakukan bimbingan dan pendampingan dalam rangka penguatan program kesehatan di daerah. Strategi PIS PK agar diperkuat implementasinya

2.Agar melakukan evaluasi terhadap RAD tahun 2019 serta melakukan langkah penguatan promotif preventif pada program prioritas untuk dimasukkan dalam RAD 2020

3.Pendekatan kegiatan dapat masuk ke dalam life cycle yang ada sasarannya misal stunting masuk ke sasaran pelayanan Bumil dan Pelayanan bayi dalam indikator SPM.

4.Memulai integrasi dari SPM dan pendekatan disesuaikan dengan umur dan usia siklus dan memberdayakan dari level posyandu, sampai program (puskesmas).

5.Indikator PIS-PK sekarang ditekankan pendekatan keluarga dan cara outreach dan intervensinya.

6.Perlu untuk menginventarisir program kesehatan yang ada di daerah, Pemda disarankan untuk membuat SK yang terintegrasi untuk Kab/Kota hanya 1 Tim.

 

 

Tags: Kegiatan Kementerian Kesehatan,
Responsive image
Responsive image

5 Prioritas Bidang Kesehatan dalam…

Tema kesehatan menjadi satu dari tiga tema besar…

Responsive image

Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah…

Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan…

Responsive image

Rancangan Strategis Kemenkes 2020-2024

Pertemuan Penguatan Program Kesehatan Pusat dan…

Responsive image

Kemenkes Optimalkan PSN Cegah…

Memperingati Asean Dangue Day (ADD) 2017 15…

Responsive image

Pelantikan Jabatan Struktural…

20 Januari 2016   KEPUTUSAN…

Responsive image

UPDATE DATA CORONA 7 APRIL 2020…

UPDATE DATA CORONA 7 APRIL 2020 di Indonesia, tetap…

Responsive image

Tetapkan PSBB Jakarta, Ini Penjelasan…

Menteri Kesehatan menetapkan Pembatasan Sosial…

Responsive image

DKI Jakarta Terapkan PSBB

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menerapkan…

Responsive image

PSBB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengumumkan…

Responsive image

PRESIDEN Jokowi Resmikan Wisma…

Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan meresmikan…