SOSIALISASI Implementasi Instruksi Presiden No 4 tahun 2019

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sepakat mengembangkan konsep wisata kesehatan yang dibagi dalam empat klaster, yaitu wisata medis, wisata kebugaran dan jamu, wisata olahraga yang mendukung kesehatan, dan wisata ilmiah kesehatan.

Kepala Pusat Analisis Determinan Kesehatan, Pretty Multihatina saat diskusi mengenai Sosialisasi Determinan Kesehatan dalam rangka tindak lanjut peluncuran katalog wisata kesehatan dan skenario perjalanan wisata kebugaran yang diselenggarakan di Convention Hotel, Yogyakarta, Senin (25/11) malam mengatakan, Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran adalah wisata untuk bisa menikmati suasana nyaman dan bugar. Wisata ini bisa seperti spa, wellness center, dan sebagainya.

“Pada prinsipnya apa yang kita lakukan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2018 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Kepariwisataan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kemenkes bekerjasama dengan Kemenparekraf bersama-sama membuat roadmap terkait dengan wisata kesehatan.

“Jadi kami bersama-sama berdialog dan mengundang semua pelaku pariwisata. Maka disepakati ada empat kategori wisata kesehatan,” tandasnya.

Kepala Bidang Analisis Lingkungan Strategis, Mukti Eka Rahadian mengatakan, kita sekarang baru berada pada tahap pertama pengembangan herbal tourism. Masih ada tiga lagi yang tahun depan nanti akan diproses yaitu, medical tourism, sport health tourism dan scientific health tourism.

“Jadi kedepan kita masih akan berproses dengan semua yang terlibat untuk memproses tiga chapter berikutnya,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, medical tourism yang akan dikembangkan adalah rumah sakit dan dokter yang memiliki unggulan. Jadi produknya adalah rumah sakit dan dokternya.

Kemudian untuk sport health tourism ini, kita akan bersama-sama mengembangkan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mengembangkan spot-spot olahraga yang saat ini sudah banyak mengundang banyak wisatawan.

Selanjutnya untuk wisata ilmiah, akan dimanfaatkan oleh perhimpunan dokter spesialis penyakit dalam. Sehingga bisa mengundang seluruh entomologi dari seluruh dunia.

Dalam sosialisasi tersebut dilakukan penyerahan buku Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran secara simbolis kepada Direktur Umum dan Operasional RSUP Dr. Sardjito, Rini Sunaring Putri, M.Kes.

Tags: Kesehatan, Isu,
Responsive image
Responsive image

5 Prioritas Bidang Kesehatan dalam…

Tema kesehatan menjadi satu dari tiga tema besar…

Responsive image

Rancangan Strategis Kemenkes 2020-2024

Pertemuan Penguatan Program Kesehatan Pusat dan…

Responsive image

Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah…

Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan…

Responsive image

Kemenkes Optimalkan PSN Cegah…

Memperingati Asean Dangue Day (ADD) 2017 15…

Responsive image

Pelantikan Jabatan Struktural…

20 Januari 2016   KEPUTUSAN…

Responsive image

Pencairan Insentif Nakes Penanganan…

Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Keuangan…

Responsive image

Rekrutmen CPNS 2020 ditiadakan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi…

Responsive image

Kasus Positif COVID-19 Bertambah…

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan…

Responsive image

UPDATE DATA CORONA 9 JULI 2020…

UPDATE DATA CORONA 9 JULI 2020 DI INDONESIA…

Responsive image

Menkes Terbitkan Protokol Kesehatan…

Jakarta, 2 Juli 2020 Secara bertahap pemerintah…