Menkes RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

15 Juli 2017

Dalam Pertemuan Menkes RI Nila F. Moeloek dengan Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang, Mr. Yasuhisa Shiozaki, pada tanggal 14 Juli 2017 di Tokyo, kedua Menteri sepakat akan pentingnya kedua negara untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang kesehatan. Kedua negara yang memiliki berbagai kemajuan di bidang kesehatan dapat saling bertukar keahlian, pengalamaan dan program untuk peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih baik di kedua negara.

''Kerja sama yang telah terjalin selama ini perlu terus ditingkatkan ke arah yang lebih formal dan saling menguntungkan mengingat sangat dekatnya hubungan persahabatan dan kerja sama bilateral kedua negara selama ini'', demikian ditegaskan Menkes RI, Prof. Dr. Nila F. Moeloek, menyambut tawaran Menkes Jepang mengenai peningkatan kerja sama kesehatan RI-Jepang dalam suatu kerangka Memorandum of Cooperation (Memorandum Kerja Sama).

Saat ini, Indonesia dan Jepang telah banyak melakukan kerja sama baik dalam kerangka bilateral maupun Indonesia-Jepang Economic Partnership Arrangements (I-JEPA) dan melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Kerja sama tersebut berupa saling tukar tenaga ahli, penelitian, tugas belajar, pengembangan sumber daya kesehatan, termasuk pengiriman tenaga kesehatan Indonesia ke Jepang. Dalam kerangka I-JEPA, sejak tahun 2008 telah dilatih sebanyak 593 perawat medis dan 1.199 perawat lansia dengan diantaranya 127 perawat medis dan 330 perawat lansia telah bekerja di berbagai Rumah Sakit dan Panti Lansia di Jepang. Setiap tahun Pemerintah Jepang menyediakan pelatihan untuk 500 orang perawat Indonesia di Jepang.

Ke depan perlu penjajagan lebih lanjut bagi peningkatan kerja sama di bidang pengrekrutan tenaga kesehatan, pengembangan sumber daya manusia, pelayanan kesehatan, teknologi informasi kesehatan serta pencegahan dan pengendalian penyakit. Menkes RI antara lain berharap bahwa melalui kerangka kerja sama baru mendatang dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi perawat Indonesia mengikuti pelatihan dan bekerja di Jepang, serta dapat meningkatkan jumlah tenaga dan ahli kesehatan Indonesia yang belajar di Jepang.

Menkes RI dan Menkes Jepang berharap proses pembahasan Memorandum Kerja Sama dapat diselesaikan dalam waktu dekat sehingga dapat segera ditandatangani oleh kedua Menkes pada pertemuan berikutnya.

Pertemuan bilateral ini deselenggarakan di sela-sela ASEAN-Japan Health Ministers Meeting on Universal Health Coverage and Population Ageing tanggal 14-15 Juli 2017 di Tokyo.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567,SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.

Tags: Kegiatan Kementerian Kesehatan,
Responsive image
Responsive image

5 Prioritas Bidang Kesehatan dalam…

Tema kesehatan menjadi satu dari tiga tema besar…

Responsive image

Rancangan Strategis Kemenkes 2020-2024

Pertemuan Penguatan Program Kesehatan Pusat dan…

Responsive image

Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah…

Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan…

Responsive image

Kemenkes Optimalkan PSN Cegah…

Memperingati Asean Dangue Day (ADD) 2017 15…

Responsive image

Pelantikan Jabatan Struktural…

20 Januari 2016   KEPUTUSAN…

Responsive image

Pencairan Insentif Nakes Penanganan…

Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Keuangan…

Responsive image

Rekrutmen CPNS 2020 ditiadakan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi…

Responsive image

Kasus Positif COVID-19 Bertambah…

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan…

Responsive image

UPDATE DATA CORONA 9 JULI 2020…

UPDATE DATA CORONA 9 JULI 2020 DI INDONESIA…

Responsive image

Menkes Terbitkan Protokol Kesehatan…

Jakarta, 2 Juli 2020 Secara bertahap pemerintah…