Saat Liburan Panjang, Tenaga Kesehatan Harus Ekstra Kesabaran

Jakarta, 28 Desember 2017

Pekan terakhir menjelang perayaan malam pergantian tahun, banyak dimanfaatkan oleh sebagian besar orang untuk liburan memanfaatkan cuti tahunan. Hal ini menjadi perhatian besar tidak hanya bagi aparat kepolisian yang bersiaga mengantisipasi terjadinya kecelakaan ataupun gangguan keamanan, namun juga para tenaga kesehatan yang bersiaga mengantisipasi terjadinya kesakitan atau darurat kesehatan.

Demikian disampaikan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), saat pada peresmian Fasilitas Kesehatan Rawat Inap Gedung Anton Soedjarwo, RS Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto, Jakarta Timur, Kamis siang (28/12).

Pada kesempatan tersebut, Menkes menceritakan pengalamannya beberapa hari lalu saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada malam natal di rumah sakit di wilayah Cimahi dan Jawa Barat. Menkes mengungkapkan bahwa tugas tenaga kesehatan cukup berat terlebih saat masa liburan panjang.

''Saya akui dan saya sangat menghargai tenaga kesehatan bekerja begitu berat, karena begitu banyaknya jumlah pasien yang sakit dan harus ditangani'', tutur Menkes.

Menurut Menkes, penumpukkan pasien pada libur panjang di rumah sakit, dikarenakan masyarakat tidak dapat berobat ke poli atau klinik (tutup), sehingga menumpuk di IGD.

''Karena itu, shift jaga di instalasi gawat darurat perlu kita pikirkan dan perhatikan baik-baik'', tambah Menkes.

Pada kesempatan tersebut, Menkes sangat mengharapkan agar situasi menjelang malam tahun baru tidak terjadi sesuatu, sehingga situasi bisa aman terkendali.

''Sama halnya seperti para polisi yang berjaga di pos-pos keamanan di jalan, kami tenaga kesehatan juga berjaga di pos-pos kesehatan. Saya sangat menghargai tenaga mereka yang melayani, berkorban demi kewajiban dan tidak liburan'', imbuh Menkes.

Di akhir sambutannya, Menkes berpesan secara khusus kepada para tenaga kesehatan harus tetap memiliki kesabaran di tengah beratnya tugas yang harus ditunaikan.

''Jika kita sakit pasti kita panik. Pasien dan keluarganya biasanya datang ke RS dalam kondisi mudah marah. Karena itu, tenaga kesehatan itu sabarnya harus banyak bukan main, harus ekstra kesabaran'', tandas Menkes.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.

 
Tags: Kegiatan Kementerian Kesehatan, Kesehatan,
Responsive image
Responsive image

5 Prioritas Bidang Kesehatan dalam…

Tema kesehatan menjadi satu dari tiga tema besar…

Responsive image

Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah…

Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan…

Responsive image

Rancangan Strategis Kemenkes 2020-2024

Pertemuan Penguatan Program Kesehatan Pusat dan…

Responsive image

Kemenkes Optimalkan PSN Cegah…

Memperingati Asean Dangue Day (ADD) 2017 15…

Responsive image

Pelantikan Jabatan Struktural…

20 Januari 2016   KEPUTUSAN…

Responsive image

UPDATE DATA CORONA 7 APRIL 2020…

UPDATE DATA CORONA 7 APRIL 2020 di Indonesia, tetap…

Responsive image

Tetapkan PSBB Jakarta, Ini Penjelasan…

Menteri Kesehatan menetapkan Pembatasan Sosial…

Responsive image

DKI Jakarta Terapkan PSBB

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menerapkan…

Responsive image

PSBB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengumumkan…

Responsive image

PRESIDEN Jokowi Resmikan Wisma…

Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan meresmikan…