Menkes Tegaskan Komitmen Indonesia untuk Memberantas NTDs

25 April 2015

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. dr. Nila F. Moeloek didaulat menjadi chair pada 'Pertemuan Kawasan Percepatan Kemajuan Eliminasi Penyakit Tropis Terabaikan di Asia Tenggara' yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan WHO SEARO. Dalam sambutannya, Menkes RI menegaskan Komitmen Indonesia untuk memberantas Neglected Tropical Disease (NTDs) atau penyakit tropis terabaikan.

'Indonesia berkomitmen dan akan terus komitmen untuk mengurangi dan memberantas NTDs, yang diantaranya seperti penyakit kaki gajah, kusta, skistosomiasis, leishmaniasis viseral,' demikian disampaikan Menkes RI, Prof dr Nila F. Moeloek, di Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Menurut Menkes, penyakit-penyakit tersebut tidak hanya menjadi tantangan bagi Indonesia tetapi juga negara-negara anggota WHO SEARO. Seluruh negara-negara tersebut juga diyakini oleh Menkes RI telah melakukan upaya optimal dalan memberantas NTDs.

Lebih lanjut Menkes RI menyatakan bahwa penyakit NTDs dalam penyebarannya juga terkait erat dengan faktor-faktor lain, diantaranya faktor lingkungan.

'Sementara NTDs lainnya seperti filariasis dan schistosomiasis terkait erat dengan faktor risiko di luar kesehatan seperti faktor lingkungan. Selain itu, semua NTDs terkait erat dengan faktor sosio-ekonomi termasuk tingkat pendidikan, kebersihan dan sanitasi,' jelas Menkes.

Pada kesempatan tersebut Menkes juga menyampaikan sejumlah program yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia guna mengurangi jumlah NTDs di Indonesia. Seluruh pihak pun diajak terlibat untuk keberhasilan program ini.

'Dengan melakukan berbagai inovasi dan melibatkan semua pemangku kepentingan, kami berharap penghapusan dan pemberantasan (NTDs) di wilayah ini dapat dipercepat dan pada akhirnya tercapai,' imbuh Menkes.

Menkes berharap upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dapat mendorong negara anggota WHO SEARO lainnya mengurangi NTDs.

'Saya yakin pengalaman bersama kami akan sangat berharga untuk mencapai penghapusan dan pemberantasan NTDs. Kita harus terus berkomunikasi, berkoordinasi, berkolaborasi dan bersatu untuk menghilangkan dan memberantas NTDs sesegera mungkin di wilayah SEARO,' tutup Menkes.

Pertemuan Kawasan Percepatan Kemajuan Eliminasi Penyakit Tropis Terabaikan di Kawasan Asia Tenggara Disenggarkan oleh Kementerian Kesehatan bekerja sama Dengan WHO SEARO. Pertemuan ini nantinya akan menyepakati Deklarasi Bersama untuk mengurangi dan memberantas NTDs di wilayah SEARO. Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari negara-negara anggota WHO SEARO yakni Bangladesh, Bhutan, India, Indonesia, Myanmar, Maldives, Nepal, Republik Demokratik Rakyat Korea, Republik Demokratik Timor Leste, Sri Lanka, Thailand.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021)5223002, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.

Tags: Kegiatan Kementerian Kesehatan,
Responsive image
Responsive image

5 Prioritas Bidang Kesehatan dalam…

Tema kesehatan menjadi satu dari tiga tema besar…

Responsive image

Rancangan Strategis Kemenkes 2020-2024

Pertemuan Penguatan Program Kesehatan Pusat dan…

Responsive image

Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah…

Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan…

Responsive image

Kemenkes Optimalkan PSN Cegah…

Memperingati Asean Dangue Day (ADD) 2017 15…

Responsive image

Pelantikan Jabatan Struktural…

20 Januari 2016   KEPUTUSAN…

Responsive image

Pencairan Insentif Nakes Penanganan…

Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Keuangan…

Responsive image

Rekrutmen CPNS 2020 ditiadakan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi…

Responsive image

Kasus Positif COVID-19 Bertambah…

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan…

Responsive image

UPDATE DATA CORONA 9 JULI 2020…

UPDATE DATA CORONA 9 JULI 2020 DI INDONESIA…

Responsive image

Menkes Terbitkan Protokol Kesehatan…

Jakarta, 2 Juli 2020 Secara bertahap pemerintah…