Teknologi Untuk Pengidap Autisme

Tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. Tema peringatan tahun ini adalah “Assistive Techonologies,  Active Participation”. Autisme merupakan gangguan perkembangan otak yang mempengaruhi kemampuan penyandangnyadalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa pada tahun 2018 meluncurkan strategi yang berfokus pada peningkatan penggunaan teknologi yang membantu dengan autisme. Keberadaan teknologi pembantu itu menghapus penghalang para pengidap autisme untuk berpartisipasi secara sosial, ekonomi dan politik di masyarakat. Bentuk ini contoh teknologi yang dapat membantu pengidap autisme.

Berikut beberapa teknologi untuk pengidap autisme :

  • Leka adalah peralatan pintar yang dapat menjadi teman berinteraksi bagi anak dengan autisme. Robot berbentuk bola musik dan mengeluarkan aneka bunyi, menyalakan lampu-lampunya, bergetar bahkan berbicara untuk memancing penyandang autisme melakukan aktivitas pancaindra.
  • Kubus musik Skoog 2.0 adalah instrumen musik yang dimainkan dengan cara diraba, diketuk, ditekan dan diputar. Terhubung dengan iPad, alat ini bisa mengeluarkan suara berbagai instrumen musik tanpa perlu kemahiran penggunanya. Skoog 2.0 bisa digunakan sebagai terapi musik karena memberikan kesempatan kepada orang dengan autisme untuk menciptakan dan mengendalikan musiknya secara ekspresif.
  • Kacamata Google dapat membantu anak dengan autisme memahami emosi yang terkandung dalam ekspresi wajah seseorang. Kacamata yang dinamai Superpower Glass ini mengirimkan data ekspresi wajah yang ditangkap kamera peranti lunak pengolah buatan Stanford University Medical School.
  • Proloquo4Text adalah aplikasi yang mengubah text menjadi perkataan. Aplikasi ini baru tersedia dalam bahasa Inggris, Spanyol, Belanda, Jerman, Italia, Denmark, Norwegia dan Swedia. Proloquo4Texthanya berjalan diperangkat bersistem operasi iOS, seperti iPhone,iPad, iPod Touch dan Apple Watch. Aplikasi ini dapat memilih 130 jenis suara manusia baik orang dewasa maupun anak-anak.

(sumber info majalah Tempo edisi April 2019)

Tags:
Responsive image
Responsive image

5 Prioritas Bidang Kesehatan dalam…

Tema kesehatan menjadi satu dari tiga tema besar…

Responsive image

Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah…

Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan…

Responsive image

Rancangan Strategis Kemenkes 2020-2024

Pertemuan Penguatan Program Kesehatan Pusat dan…

Responsive image

Kemenkes Optimalkan PSN Cegah…

Memperingati Asean Dangue Day (ADD) 2017 15…

Responsive image

Pelantikan Jabatan Struktural…

20 Januari 2016   KEPUTUSAN…

Responsive image

UPDATE DATA CORONA 7 APRIL 2020…

UPDATE DATA CORONA 7 APRIL 2020 di Indonesia, tetap…

Responsive image

Tetapkan PSBB Jakarta, Ini Penjelasan…

Menteri Kesehatan menetapkan Pembatasan Sosial…

Responsive image

DKI Jakarta Terapkan PSBB

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menerapkan…

Responsive image

PSBB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengumumkan…

Responsive image

PRESIDEN Jokowi Resmikan Wisma…

Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan meresmikan…