Partikel Nano Pendeteksi Kanker

Tim peneliti ITB mengembangkan teknologi partikel nano untuk mendeteksi kanker lebih dini. Mereka ingin para pengidap kanker bisa mendapat pertolongan lebih awal, bahkan disembuhkan.

Kondisi saat ini adalah banyak penderita yang baru tahu mengidap kanker setelah dalam fase yang sulit diobati. “Kanker itu sulit dideteksi, pengujiannya rumit. Harus melalui biopsi kata peneliti dan dosen ITB, Brian Yuliarto.

Biopsi adalah prosedur medis mengambil jaringan atau sampel sel darah tubuh yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit. Sampel sel tersebut diperiksa dengan mikroskop di laboratorium menggunakan biosensor, biopsi lazim dipakai untuk memeriksa dugaan kanker, gangguan hati atau infeksi lain.

Teknologi nano banyak dimanfaatkan untuk merekayasa benda apapun dalam ukuran mini. Menurut Brian banyak sifat dasar dalam kehidupan yang berbentuk partikel nanometer (sepermiliar meter). Doktor lulusan Quantum Engineering and System Science Department, University of Tokyo, Jepang, pada tahun 2005 itu menambahkan sifat benda yang diubah menjadi partikel nanometer pun bisa direkayasa.

Riset yang dirintis pada 2015 tersebut berfokus merekayasa material menjadi struktur nano yang lebih sensitif untuk mendeteksi kanker. Tim menggunakan pasir besi dari Tulungagung untuk diolah menjadi partikel nano sebagai detektor kanker. Purwarupa partikel nano yang dikembangkan para peneliti ITN ini telah berhasil mengenali keberadaan kanker prostat.

Hasil ekstrasi pasir besi itu disebut sebagai nanopartikel magnetik (Fe304). Menurut Brian ukuran partikel nano pasir besi tersebut seribu kali lebih kecil dari diameter rambut manusia. Para peneliti harus memakai mikroskop elektron untuk mengkonfirmasi keberadaanya. “Saking kecilnya bentuknya tidak kelihatan untuk riset” ucap Kepala Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi ITB tersebut.

Partikel nano pasir besi itu kemudian dimodifikasi dengan grafena material karbon dalam wujud nano yang digunakan sebagai elektroda pada sistem biosensor. Grafena dipakai karena sudah sering diaplikasikan dan memiliki karakteristik yang cocok sebagai sensor elektrokimia.

Grafena mampu meningkatkan luas permukaan elektroaktif dan memiliki sifat elektronik yang baik. Grafena juga memiliki nilai konduktivitas listrik tinggi yang berguna untuk menaikkan arus elektrokimia biosensor.

Dalam riset, para peneliti belum mengambil sampel dari darah manusia. Mereka memakai sampel sel yang mengandung protein sebagai penanda kanker prostat. Biosensor itu diberi bioreseptor prostate specific antigen agar dapat berinteraksi dengan sel kanker.

Interaksi antara partikel nano magnetik dan dan sel kanker bisa memicu perubahan elektrokimia biosensor. “Deteksi itu menghitung perubahan arus listrik elektrokimia yang terjadi tutur Brian.

Tahap pengembangan selanjutnya adalah mendeteksi kanker lewat pengujuian darah manusia. Proses ini Brian menjelaskan lebih sulit karena darah mengandung banyak campuran protein. Tim harus bisa menghasilkan biosensor selektif untuk mendeteksi sel kanker dalam darah.

(info majalah Tempo edisi April 2019)

Tags: Kesehatan,
Responsive image
Responsive image

5 Prioritas Bidang Kesehatan dalam…

Tema kesehatan menjadi satu dari tiga tema besar…

Responsive image

Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah…

Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan…

Responsive image

Rancangan Strategis Kemenkes 2020-2024

Pertemuan Penguatan Program Kesehatan Pusat dan…

Responsive image

Kemenkes Optimalkan PSN Cegah…

Memperingati Asean Dangue Day (ADD) 2017 15…

Responsive image

Pelantikan Jabatan Struktural…

20 Januari 2016   KEPUTUSAN…

Responsive image

UPDATE DATA CORONA 7 APRIL 2020…

UPDATE DATA CORONA 7 APRIL 2020 di Indonesia, tetap…

Responsive image

Tetapkan PSBB Jakarta, Ini Penjelasan…

Menteri Kesehatan menetapkan Pembatasan Sosial…

Responsive image

DKI Jakarta Terapkan PSBB

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menerapkan…

Responsive image

PSBB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengumumkan…

Responsive image

PRESIDEN Jokowi Resmikan Wisma…

Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan meresmikan…