Standar Kompetensi Adminkes Menuju Smart ASN

Notulen Pertemuan Zoom Meeting Standar Kompetensi Adminkes Menuju Smart ASN

 

Hari / tanggal                     : Rabu, 30 September 2020

Waktu                                   : 15.00-19.00  WIB

Meeting id                          : 849 4945 7578

Password                            : 564389

Pimpinan Rapat                : Kepala Bagian Tata Usaha PADK Peserta Rapat                                                :

1.

Para Adminkes di lingkungan kantor pusat Kementerian Kesehatan

2.

Para   Calon  Adminkes  di  lingkungan  kantor  pusat   Kementerian

Kesehatan

3.

Para Adminkes yang tersebat diseluruh Indonesia

4

Struktural dan Staf PADK

Daftar hadir terlampir

 

  1. Acara di buka oleh Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Analisis Determinan Kesehatan Dwi Meilani, SKM, MKM
  2. Paparan oleh Sukri Palutturi, SKM, M.Kes, MSc, PH,Ph.D (Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin), Judul Paparan Standar Kompetensi Administrator Kesehatan Menuju Smart ASN
    • Adminkes tidak bisa dipisahkan oleh analis kebijakan
    • Adminkes bicara tentang administrasi dan manajeman kesehatan, kebijakan kesehatan, politik dan hukum kesehatan, ekonomi Bagaimana perkembangan dan kompetensiyang sepertiapa menuju smart ASN?
    • Keterlibatan adminkes sangat diperlukan bahwamasalah kebijakan , adminkes bukan hanya ditempatkan di Adminkes bisadilihat sebagaijabatan strukturaldan fungsional.
    • Jika adminkes sebagai jabatan struktural bisaditempatkan dimana saja, bisaditempatkan di kepala Jika adminkes dlihat sebagai jabatan fungsional tidak hanya ditempatkan di puskesmas , tapi bisa ditempatkan dimanasaja.
    • Kedudukan adminkes mewujudkan kinerja yang efektif dan efisien dan rasional dapat diterima dan masuk
    • Adminkes sebagai jabatan struktural dan fungsional , karena dibekali dengan ilmu2

 

  • Kompetensi Adminkes bisa dilihat dari kepemimpinan, Kebijakan, manajemen dan
  • Kompetensi adminkes berdasarkan fungsi manajemen yaitu SDM Kesehatan, Logistik, Kebijakan kesehatan, penganggaran, perencanaan,
  • Kebijakan kesehatan tidak hanya layanan kesehatan tapi perencanaan dan Tidak bisa dipisahkan antara pekerjaan adminkes dan analis kebijakan.
  • Administrasilayanan agak banyak darimulai perencanaan sampaidengan
  • Administrasi pengorganisasian banyak di RS tujuannyabagaimanamelayaniadministrasi .
  • Administrasi kesehatan yaitu pembuat kebijakan kesehatan dan administrator Sangat luas ruang lingkup adminkes.
  • Siapa adminkes itu saat orang melakukan perencanaan, penggerakan, sangat jelas ruang lingkup keilmuan. Sehinggabiasaditerapakan di tingkat propinsi. Pakesisebagaimitra pemerintah dapat menguatkan adminkes. Sama-sama mengembangkan organisasaiprofesi sehinggamenjadikuat.
  • Kompetensi adminkes bisa liat di panduan Kompetensi adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seseorang jabfung. Ada yang sifatnya softskill seperti percaya diri, manajemen perubahan. Ada tentang kebijakan berpikr sistematis, ada yang sifatnya manajemen. Adamodelkompetensi.
  • Kompetensi adminkes berdasarkan fungsi manajemen ada sdm Merencanakan, kebijakan kesehatan , membuat POA, analisis swat. Bagaimana membuat uraian tugas. Itu adalah pekerjaan adminkes. Jadi Katasiapa adminkes tidak jelas pekerjaannya.
  • Strategi peningkatan kompetensi adminkes, perlu melakukan advokasi kepada pemerintah melalui peraturan, kebijakan baik dalam tingkat nasionaldan Peningkatan personal tenaga adminkes bisa melalui Studi banding dalam dan luar negeri. Pemberdayaan yaitu saling bahu membahu, semakin banyak teman-teman yang adminkes memenuhi tingkat madya, sehinggasemakin kuat adminkes.
  • Kebutuhan organisasi dari tingkat provinsi, kota hingga tingkat Pemegang jabatan fungsional harus diliat secara keseluruhan dilihat secara keseluruhan. Organisasi profesiperlu didaftarkan di notasir sehinggakuat, sehinggaorganisasi prosfeisemakin kuat

 

  1. Tanya jawab
  • Pak satijo: Sedang proses revisi Klo kami melihat paparan prof tadi ternyatabanyak sekali tugas-tugas adminkes dan bisa di akomodir di butir-butir kegiatan kami. kami masih merangkum di butir kegiatan yang dahulu, sehingga belum meemasukkan yang prof sampaikan.

 

Kami masih kesulitan dalam menuliskan tugas adminkea sepertimencantumkan angkakematian bayi. Kami perlu dipandu sepertiapa butir kegiatan tersebut, apakah itu masuk dalam kebijakan kesehatan. Kompetensinyamasih dalam analis kebijakan dan penyusunan program. Bersama ini kami sedang menyusun kamus kompetensidan revisi naskah akademik.

  • Deta, Direktorat Sudah memaparkan apayang disampaikan. Kita sebagairegulator. Kedudukanakitasebagaiadminkes sepertiapa, dan kita bertanggung jawab kepadasiapa.
  • Bu nuning , kami sedang menyusun Yaitu pengelolaan, perizinan, akreditasi penggorganisasaiitu menjadisatu. Bagaimana pendapat prof terkait  kompetensiadminkes

 

  • Jawaban Prof Sukri: Lebih mudah dan melihat butit-butir kegiatan dalam pengembangan adminkes ditetapkan domain yaitu area, coba jelaskan kompetensiadminkes. Tetapkan domaian dulu, kemudian kita buatkan , domain, sub domain, baru butir-butir contohnya manajemen, di manajemen ini banyak, teori riter gulik, ada dimensi misalkan perencanaan kira-kira buatkan butir2 apa saja ruang lingkup dalam fungsi perencanaan, lebih memudahkan dalam menyusun Pengorganisaian ada domain, subdomain kepemimpinan, anggaran, pelaporan. Pekerjaan membuat laporan adalah pekerjaan adminkes. Barang yang kompleks ini bisa di disederhanakan. Atau domaian yang sifatnya kebijakan, diklasifikasikan apakah ada regulasi,perizinan, sop, standar pelayanan minimal, dibuatkan butir2, menurut saya bisa direvisi dengan membuat domain2. Sehinggatidak terjaditumpang tindih. Sama sepertianalis kebijakan kesehatan. Menentukan domain kompetensiadminkes, apakah butir2 kegiatan yang sudah ada atau membuat baru. Apakah ini sudah sesuaidengan kebutuhan, diajukan ke masyarakat.
  • Pak agung, Menjawab pertanyaan bu Baru tahun 2019 jabfung mulai dilirik, amanat presiden harusj abfung. Struktural beralih ke jabatan fungsional, banyak pr yang belum dikerjakan. Jabatan fungsionalgabisamengumpulkan angkakredit bisadiberhentikan. SKPharus linear dengan butir-butir kegiatan.

 

  • Wulan Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer: ijin bertanya Prof Sukri, bagaimana bila kami adminkes melaksanakan kegiatan padajabatan pembuat kebijakan kesehatan (policy makers) yg seperti tdi sdh prof sampaikan, misalnya menyusun pedoman, peraturan, dll sesuai dengan tupoksitempat kami Trimkasih. Jawaban ini adalah bagian dari pekerjaan adminkes ini adalah pekerjaan dari butir kegiatan yang disebutkan. Butir-butirkegatan di daerah dimasukkan ke butir kegiatan, itu adalah ruang lingkup pekerjaan adminkes, selain pekerjaan manajerial,

 

  • Mba ijin bertanya Prof Sukri, ruang lingkup pekerjaan adminkes meliputi pembuatan kebijakan dan manajerial, termasuk analisis kebijakan. tapi di sisi lain  ada juga jabfung analis

 

kebijakan. apakah perbedaan analisis kebijakan kesehatan yang dikerjakanoleh adminkes dengan yg dikerjakan oleh analis kebijakan. mengapa terkesan analis kebijakan lebih eksklusif karena kelas jabatannya lebih tinggi dari  adminkes. Jawaban Prof Sukri: ruang lingkup pekerjaan kita tetap harus dimasukkan ke dalam butir-butir kegatan adminkes. Jikaada kesamaan dalam analis kebijakan biarkan saja dikerjakan. Adminkes arahnya ke takk. Dalam revisi mohon masuknnya dalam butir-butir kegiatan. Untuk memasukkan pekerjaan bapak/ibu dalam butir kegiatan adminkes.

 

  • Pak mukti . PADK menjadi unit pembina jabtan fungsional analis kebijakan dan adminkes, apa bedanyaadminkes dan analis Analis kebijakan rumpun nyaadalah administrasipublik. Adminkes rumpun nyakesehatan masyarakat.Darisisi rumpun keilmuan itulah bedanyaadmikes melihat dari sisi kesehatan. Analis kebijakan memandang lebih luas dari segala keilmuan. Analis kebijakan rumpun keilmuan lebih umum maka rumpun kami lebih luas , karena rumpun keilmuannya adalah administasi publik. Layer2 seluruh administrasi, kami dalam binaan LAN. Layer administrasi negara, perkantoran, keuangan, kesehatan, administrasi apa pun. Dalam rumpun administrasi publik. Goalnya adalah pe layanan publik. Itu menjadi rumpun analis kebijakan, bukan memiliki previlage yang lebi tinggi, karenakami memandanag darisudut yang lebih luas, bisa dilihat dari segala arah. Sehingga bisa dijadikan pijakan dalam hal memandang segala permasalahn.

 

Notulis,

Anita Novianty

 

https://drive.google.com/file/d/1Q8y37Yj37imocjiNUoQkvwbdvLsU1KJi/view?usp=sharing

Tags: