RAPAT KOORDINASI BAGIAN TATA USAHA

Pada hari Senin, 21 SEPTEMBER 2020 Bagian Tata Usaha Pusat Analisis Determinan Kesehatan mengadakan rapat koordinasi mingguan yang telah menghasilkan kesepakatan sebagai berikut:

  1. Seluruh pegawai  diutamakan bekerja dari rumah, kecuali mendapat penugasan untuk bekerja dari kantor (Work From Office/WFO).
  2. Jumlah pegawai diruangan maksimal 15 orang
  3. Sesuai SE Menpan, saat jam kerja tidak keluar rumah
  4. Melaporkan kepada atasan langsung apabila ada keluhan, Jika ada yang terkena, dilakukan tracing, periksa ke UPK, melaporkan ke unit kerja.
  5. Kirim foto sedang olahraga/aktivitas fisik
  6. Tentang anggaran. Setelah revisi 2, sisa perjadin koordinasi 20 jutaan
  7. Jumlah RDK 18x sampai desember. 20 rapat Daring. Total 38 rapat
  8. Setiap bulan ada 6x, seminggu 2x RDK
  9. Laporan triwulan memakai aplikasi e monev DJA
  10. Ada penambahan PPh PPN untuk aplikasi Zoom Meeting, menjadi 270 paling tinggi
  11. Paket meeting Fullday untuk pengembangan Jabfung ada 2 terdiri dari 320 dan 350 orang direvisi menjadi RDK
  12. Untuk RDK rekam kehadiran pulang harus dikantor, harus WFO
  13. Kehadiran RDK paling banyak 20 orang (1 pusat)
  14. Diharapkan 75% rapat dalam kantor, yang 25?ru RDK
  15. ALS mengadakan RDK seminggu 2x
  16. Setiap hari kan orangnya 15, untuk RDK nya bidang diusahakan yg hari itu masuk, jadi ga berkali kali pulang malam
  17. Untuk bidang bidang didorong untuk menyelesaikan output dahulu
  18. Sisa dari RDK dimasukkan ke Perjadin
  19. Dalam situasi pandemik disarankan tidak MCU dahulu
  20. Layana perkantoran, buku 6 juta segera direalisasikan
  21. Konsumsi untuk 994 ada penambahan 100 juta
  22. Laporan tahunan (bukan RDK), undang ropeg (pelaksanaan WFO WFH) dan itjen.
  23. RTL sisa 2 dari 4
  24. Dibuat gform untuk membackup absensi e office – Mas wempy/mas toyo
  25. Membuat Nota Dinas pengadaan 10 PC – mba dede
  26. Membuat prosedur pasca covid – mas wibi
  27. Memperbaharui RPK RDP
Tags: